tari sintren
Tari sintren adalah tarian tradisional asal pesisir pantai utara Jawa, khususnya Cirebon, Indramayu, dan Tegal, yang terkenal dengan unsur mistis dan magisnya. Penari, yang biasanya seorang gadis perawan, akan dimasukkan ke dalam sebuah kurungan tertutup, lalu melalui proses ritual yang dipimpin oleh pawang untuk kemudian muncul dengan penampilan yang berubah dan menari dalam keadaan "kesurupan" atau trans.
1.Karakteristik utama tari sintren
-Unsur mistis: Pertunjukan ini memiliki kental nuansa spiritual, di mana penari dipercaya dirasuki oleh bidadari yang dipanggil oleh pawang.
-Prosesi dalam kurungan: Sebelum menari, penari yang awalnya diikat akan dimasukkan ke dalam kurungan yang ditutup kain. Di dalam kurungan, ia akan dirias dan berganti pakaian dengan kostum khusus dan kacamata hitam.
-Gerakan tarian: Penari akan keluar dari kurungan tanpa ikatan dan menari mengikuti alunan musik gamelan (seperti ketuk, kempyang, kecrek, kendhang, kempul, dan gong) serta syair.
-Ritual pelepasan: Penari akan jatuh pingsan jika terkena lemparan uang dari penonton. Untuk melanjutkan tarian, pawang akan menyadarkan penari dengan membacakan mantra dan mengasapi tangan penari dengan kemenyan.
-Makna simbolis: Tari sintren diyakini menceritakan perjalanan manusia dari terbelenggu menuju kebebasan atau perjalanan spiritual yang dilalui dari terbelenggu menjadi bebas.
2.Asal-usul dan cerita
-Kisah cinta: Tari sintren seringkali dikaitkan dengan kisah cinta antara Sulandono dan Sulasih yang tidak disetujui orang tua Sulandono (Ki Bahurekso).
-Ritual di bersih desa: Sulasih diperintahkan menjadi penari pada acara bersih desa. Saat menari, ia dirasuki oleh roh ibunya Sulandono, Rr Rantamsari. Kondisi kerasukan inilah yang menjadi awal dari kesenian sintren.
3.Wilayah penyebaran
Tarian ini tersebar luas di daerah pesisir pantai utara Jawa, seperti Cirebon, Indramayu, Subang utara, Majalengka utara, Brebes, Pemalang, Tegal, Pekalongan, dan Weleri.

Sangat seru
BalasHapusomg
BalasHapusAsikk
BalasHapusomagas
BalasHapuskeren banget
BalasHapus