tari merak


 Tari Merak adalah tarian kreasi baru dari Jawa Barat yang diciptakan oleh Rd. Tjetje Somantri pada tahun 1955. Tarian ini menggambarkan keindahan burung merak jantan yang memamerkan keanggunannya saat mengembang-kembangkan bulu ekornya untuk memikat merak betina. Gerakannya gemulai dan lincah, sementara kostumnya sangat mencolok dan penuh warna. 

1.Asal dan sejarah

-Pencipta: Rd. Tjetje Somantri, seorang seniman Sunda, menciptakan tarian ini pada tahun 1950-an.

-Inspirasi: Inspirasi awalnya datang dari tarian Dadak Merak dalam Reog Ponorogo dan keindahan burung merak di alam.

-Perkembangan: Setelah penciptaan awal, tarian ini disempurnakan kembali beberapa kali oleh murid-muridnya, seperti Dra. Irawati Durban. 

2.Ciri khas

-Gerakan: Menirukan tingkah laku burung merak, seperti gerakan 'ngoreh' (menggaruk tanah), 'selut' (gerakan tangan), 'galier' (menoleh), 'mucuk' atau 'ukel' (memutar tangan), 'gilek' (menggelengkan kepala), dan 'trisik' (berkeliling sambil menjinjit).

-Kostum: Sangat berwarna-warni, terinspirasi dari bulu merak, dan sering kali dihiasi ornamen yang berkilau.

-Properti utama: Mahkota (siger) yang dihiasi bulu, kostum dengan sayap di punggung yang bisa mengembang, dan kain kemben.

-Makna: Menggambarkan keindahan alam dan rasa kagum terhadap burung merak, sekaligus sebagai ekspresi rasa syukur. 

3.Penggunaan

-Tari Merak sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu penting, pernikahan, dan pertunjukan kesenian.

-Tarian ini juga telah dikenal hingga ke kancah internasional. 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

tari jaipong

tari topeng